Benar, Takdir telah Membawa ku Pada mu !


Takdir memang begitu lucu, kadang mempermainkan hidup dan cinta sekehendak nya,. Ku pikir kita tak akan bersama, Ku pikir takdir kita berbeda sejak Setahun lalu kamu menolak ku, ketika ku kirimkan "kisah ku mencintaimu,  Benarkah, Takdir Membawa ku Padamu?  (/April 2021)".

Ku masih ingat jawaban mu, kala itu April 2021, saat ku berharap untuk bersama mu setahun yang lalu, saat ku percaya takdir membawa ku padamu. Pengharapan yang begitu besar yang ternyata berbuah kekecewaan yang mendalam, kamu menjawab "Maaf kak, sudah ada orang lain yang telah akan melamar ku".

Tak usah ditanya tentang bagaimana sakitnya hati ditengah keyakinan akan bersama mu, percaya terhadap doa-doa yang senantiasa ku panjatkan, ataukah memilih karossa karena berharap bisa bersama mu. Kecewa tak terelakkan, salah ku karena terlalu lama memendam perasaan dan terlalu beranggapan bahwa kamu paham akan instrumen yang seringkali ku berikan. Perempuan butuh untuk segera di pastikan, yang menjadi pelajaran ku untuk kedepannya.

Ada pepatah yang mengatakan bahwa sebelum janur kuning melengkung, kita harus tetap berjuang. Namun aku bukanlah lelaki seperti itu, aku tak memaksa dirimu untuk harus bersama ku. Meski berat, ku terima jawaban mu kala itu dan berusaha untuk melupakan. 'Salahsatunya mungkin aku tak lagi menulis di blog ini, sejak tulisan ku tentang mu setahun yang lalu'. 

Melupakan adalah cara terbaik mengobati luka, melupakan pengharapan yang dulunya ku bangun untuk bersama mu dan mencoba menggantinya dengan pengharapan kepada yang lain.

Dan benar saja, April 2021 bertepatan libur Ramadhan, aku pulang ke daerah ku, Kota Parepare,. Disana aku dikenalkan dengan seseorang yang lembut juga berkepribadian dewasa, sebut saja Julianty kelahiran 1996, atau kita sebut saja July yg mana perkenalan ku dengan nya hanya sampai di bulan Juli juga. Dikarenakan adanya beberapa perbedaan visi dan prinsip, juga menjadi kriteria ku dalam memilih salahsatunya adalah berada lima tahun dibawah ku. 

Selanjutnya, sempat juga aku mengenal seseorang di sekitar tempat ku tinggal di desa karossa, seorang perempuan yang juga berkepribadian dewasa meski di usia yg masih sangat muda, sebut saja namanya umma kelahiran 2002. Cukup jauh aku mengenal nya beserta keluarga nya sebagai wujud keseriusan ku. 

Hanya karena perbedaan paham, bahwa aku aktiv di Muhammadiyah dan Keluarga nya adalah NU, sehingga menjadi problem diantara kami untuk bisa bersama.
Sekitar 5 bulan kami mencoba mencari solusi terbaik, namun aku sadar bahwa memilih jodoh memang perlu untuk sekufuh.

Kecewa yang kesekian kalinya kembali menghampiri, sempat ku merenung tentang apa yang salah dengan niat dan ikhtiar ku, sehingga sulit untuk menuntaskan ibadah ini. Apakah mungkin karena perjodohan dahulu yang aku tak mau. Nama nya Nurul, sepupu dua kali ku, yang sudah sejak lama aku dijodohkan dengannya, sekitar tahun 2014, saat itu dia masih di bangku sekolah dan aku masih diawal² perkuliahan,.

Teringat kepada nya menjadi instrospeksi ku akan takdir, sehingga berbagai kekecewaan yang telah ku alami, mungkin karena perihal itu tidak terselesaikan. Akhirnya aku pun berpasrah, ku serahkanlah urusan ini kepada orang tua dan atau keluarga.

Hingga pada 2 Mei 2022 kmrin, setelah Idul Fitri, keluarga ku pun kerumah Nurul untuk bersilaturahim serta menyampaikan perihal lamaran yang akan kami laksanakan di 3 hari kedepannya, yakni 5 Mei 2022.
Sungguh saat itu aku hanya memasrahkan diri kepada Nya, jika memang jodoh permudahlah, karena jikalau ini pun gagal, pikir ku mungkin aku tidak akan memedulikan lagi soal pernikahan. 

Dan disaat-saat inilah Skenario Nya bekerja.

Bagaimana tidak, setelah keluarga ku menyampaikan perihal lamaran pada orang tua Nurul. Malam harinya, tak sengaja ku komentari status salah satu teman pengurus organisasi IMM Sulbar, yang juga kakak dari Indah Putri, namanya Nini,. Status/histori yang cukup menarik.

"sudah²i minta maaf, waktunya minta restu orang tua", status yang menyesuaikan dengan suasana idul fitri dan bulan Syawal.
Status yang tak sengaja ku komentari, yang dengan itu pula kakak mu menginformasikan bahwa ada peluang untuk ku kepada mu, lampu hijau katanya.

Mendapat informasi seperti itu yang mana 3 hari kedepannya aku akan melamar sepupu ku, aku hanya bisa berpasrah, berserah diri kepada Nya, perkuat doa serta istiharah, tentang manakah yang terbaik menurut Nya.
Berbagai drama yang terjadi saat itu, hingga proses lamaran pun juga terjadi, namun sesuai skenario Nya semuanya mengandung hikmat. Sungguh Allah maha besar, Maha Baik kepada hamba Nya.

Jumat, 13 Mei 2022, kita akhirnya bertemu yang kedua kalinya setelah DAM 2018 kemarin. Ku ceritakan kisah perjalanan dan perjuangan ini kepada mu, bahwa Takdir membawa ku padamu. 
Setahun lalu, April 2021 ku menerima jawaban mu, dan ku berusaha melupakan mu, namun kini Mei 2022, Takdir membawa kembali jawaban mu bahwa engkau siap menjadi istriku. Terimakasih telah menerima ku.

Terimakasih pula kepada Juli, Umma, dan Nurul yang menjadi bagian dari kisah ku yang penuh hikmat mendewasakan. Mungkin hanya sedikit yg bisa ku ceritakan diatas,. Insya Allah dilain waktu dan kesempatan ku siapkan part tersendiri untuk ceritanya masing-masing.

Sungguh jodoh adalah kuasa Nya, telah ditetapkan sesuai kadar kita masing-masing. Hanya perlu doa dan berikhtiar untuk menjemput nya, juga memantaskan diri untuk siap bersama.

Karossa, 15 Oktober 2022
#otw halal



0 comments:

Post a Comment